Tentang Aku
Aku adalah seorang pria yang pendiam dan ganas dalam melakukan aksinya, bahkan operasi yang sering dilakukan tak ada yang tahu. Mengerikan karena aku bisa menembus lintas batas kehidupan tanpa diketahui siapapun. Aku memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, senyumku bisa dinikmati siapun kecuali orang-orang yang berpenyakit mental atau kepribadian yang merusak masyarakat, senyumku tak mudah berkembang. Aku adalah ibnu djakaria seorang pria yang terlahir di kampung dan besar di perkotaan dengan lingkungan yang sakit, tak mudah mengobati karena si sakit pun enggan berobat. Aku pernah kuliah dan berbagai kursus. Bahkan pernah bekerja diperparkiran yang bosnya korupsi terhadap gaji karyawan, jadi telemarketing sebuah pulsa internasional bertarif murah sehingga aku berfikir Indonesia bisa GRATIS atau minimal pulsanya murah semurah-murahnya. Itu kalau aku yang jadi PRESIDEN, Pernah jadi tukang obat, Tukang koran, juga pernah menjadi staff ADM yang cuma bertahan 3 bulan. Hmmm. Masa kecilku dilalui dengan kesukaanku mencari ikan di lapangan yang banyak kolam-kolam kecilnya, biasanya itu kolam aku kuras dengan membuat bendungan kemudian aku timba hingga habis dan terlihatlah ikan-ikan kecil dan besar yang bergelatakan melompat-lompat. Gembira sekali aku melihatnya klo sudah seperti itu “wuihh banyak banget ya, betok, betik, sepat, gabus, cupang” pada ngantri siap dimasukkan ke dalam ember. Klo ngga cari ikan kadang aku suka “ngebak” berenang dikolam yang berlumpur “jangan takut kotor: begitu kata iklan sabun di tv (ssstt pada waktu itu belum ada iklan sabun seperti ini di TV, baru ada tv juga TVRI…..). Selain itu aku juga hobi Mancing.. biasanya aku paling senang mancing di kampungku karena kolammnya banyak ikannya yang besar-besar di kolam punya nenek. Uniknya aku mancing cuma pake nasi, dah gitu dalam hitungan detik “happ” umpanku dimakan ikan mujair dan pesta makan ikan mujair dimulai..digoreng sama nenek..hmm lezatnya.. Sekarang hobiku agak berat BACA BUKU, wah klo udah kaya gene repot, aku saban bulan beli buku klo lagi boke ke perpustakaan untuk menghapus rasa hausku pada buku, bukan baju yang aku beli klo ada uang tapi buku…bajuku biasa dibeliin ma ortu klo menjelang lebaran. Iritkan….apa lagi aku ngga merokok makin irit aja…lagian klo buku bisa diwarisin ke anak klo ngga kena musibah kebakaran atawa banjir..maklum daerah rawan banjir dan kebakaran, apalagi saat ini sudah ada pembagian kompor gas gratis cuma bayar ongkos angkut buat pak RT. Oyaa untuk masalah rokok, waduh, aku tuh paling ngga suka apa lagi [as naik mobil disebelah kita duduk merokok, weleh, biasanya aku langsung batuk klo ngga ya pura-pura dibatukin atau mendehem-dehem tanda asap rokonya masuk ke tenggorokan. Rata-rata yang ngerokok ini aku bilang kaya kampungan ngerokok ko di mobil ya mbo di rumah..Nanti bisa ditankep dan kena denda loh ama pemerintah (sayang tidak tegas yaa)